Sinopsis Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari


Sinopsis Novel Ronggeng Dukuh Paruk
Karya Ahmad Tohari

Diceritakan di sebuah desa bernama Dukuh Parruk, tinggal seorang gadis yang cantik jelita bernama Srintil dan memiliki sahabat bernama. Suatu ketika Srintil menari tayub saat Rasus dengan teman-temannya mengiringi tariannya dengan tembang dan musik. Meskipun suara calung dan gendang tersebut dibuat dari mulut mereka. Srintil menari serupa tarian ronggeng.
Ketika itu, kakek Srintil bersama Kartaredja melihat hal tersebut. Srintil dinobatkan menjadi seorang ronggeng setelah melalui beberapa ritual.
Semua ritwal itu dijalani srintil. Mulai dari mandi di pusara kuburan Ki Secamenggala sampai dengan ritual buka klambu. Ritual terakhir yang harus dilalui seorang calon ronggeng adalah buka klambu. Ia akan menyelenggarakan sayembara terhadap para lelaki yang berani menawarnya paling mahal untuk mendapatkan keperawanannya. Setelah ada seorang lelaki yang mampu memenuhi persyaratannya, maka ia akan memberikan keperawanannya pada lelaki tersebut.
Rasus tidak rela melihat itu. Ia tak rela melihat Srintil melepas kesuciannya begitu saja demi ritual buka klambu untuk menjadi ronggeng yang sesungguhnya. Srintil juga berada di dalam kebimbangan antara ingin menjadi ronggeng yang sesungguhnya dan merasa takut melakukan ritual tersebut. Ritual itu sebenarnya juga amat berat baginya. Akan tetapi akhirnya Srintil memberikan kesuciannya kepada Rasus secara diam-diam tanpa imbalan apapun. Meskipun setelah itu juga ada lelaki yang memenangkan sayembara buka klambu itu.
Srintil akhirnya menjadi ronggeng yang terkenal setelah ritual buka klambu dilaksanakan. Ia menjadi ronggeng yang laris dan menjadi pembicaraan semua orang.
 Setiap orang memujinya. Ia juga semakin kaya setelah menjadi ronggeng.
Tak kuasa melihat Srintil yang telah menjadi ronggeng, Rasus pindah dari Dukuh Paruk ke Dawuhan. Awalnya ia bekerja menjadi pesuruh di pasar. Tetapi akhirnya ia bekerja bersama para tentara yang bertugas di sana. Rasuspun akhirnya juga diangkat menjadi seorang tentara berkat kejujuran dan kegigihannya. Setelah menjadi ronggeng, justru Srintil menyadari bahwa ia mencintai Rasus. Ia ingin merasakan kelembutan sentuhan lelaki dan merasa jenuh menjadi ronggeng.
Srintil mengajak Rasus menikah, tetapi Rasus menolak karena lebih memilih menjadi tentara. Srintil sangat bersedih karena hal tersebut.Srintil yang sudah mulai merasa jenuh menjadi seorang ronggeng dukuh paruk, sering menolak untuk melayani para lelaki. Bahkan beberapa kali menolak untuk meronggeng. Sebenarnya ia ingin memiliki hidup yang lebih tenang, yaitu memiliki suami dan anak. Memiliki keluarga yang bisa menenteramkan hatinya. Ia juga masih mengharapkan Rasus, seorang lelaki Dukuh Paruk yang kini telah menjadi tentara.Banyak sekali permasalahan yang mulai membuat Srintil untuk enggan meronggeng. Apalagi ia mulai menemukan Goder yang diangkat menjadi anaknya. Ia sangat memanjakan Goder laiknya anaknya sendiri. Ia semakin teguh untuk berhenti meronggeng dan menciptakan hidup baru.
 Namun tiba-tiba petaka muncul menghantam dukuh paruk. Dukuh paruk diguncang oleh panas dan liciknya dunia politik. Dukuh paruk dituduh menjadi anggota partai komunis setelah terlibat dengan oknum partai tersebut. Dengan segala kebodohan yang dimiliki dukuh paruk, Srintil bersama beberapa masyarakat dukuh paruk lainnya ditahan.
Srintil menjadi orang dukuh paruk yang paling lama ditahan. Setelah ia dibebaskan, kehidupannya sudah mulai berubah. Ia mulai tertutup dengan orang lain. Pandangan orang lain terhadapnya juga mulai berubah karena identik dengan partai komunis tersebut serta menjadi bekas tahanan. Hingga ia bertemu dengan Bajus, lelaki yang muali dekat dengannya. Dengan ketulusan dan kebaikan bajus Srintil menjadi terbuka dan dekat dengan Bajus. Semakin hari Srintil semakin dekat dengan Bajus dan kehidupan Srintil mulai membaik.
Rasus yang telah lama tidak pulang, akhirnya ia kembali ke dukuh paruk untuk berlibur. Mengetahui hal itu hati Srintil sempat goyah. Ia sebenarnya masih menyimpan rasa terhadap Rasus. Tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia juga menyadari bahwa ia sedang dekat dengan Bajus.
Suatu hari Srintil diajak Bajus untuk mengikuti acara tertentu. Ternyata selama ini Bajus telah memiliki rencana jahat terhadap Srintil. Bajus ingin menyerahkan Srintil kepada bosnya sebagai hadiah agar bisnisnya lancar. Srintil sangat terpukul karena ia telah begitu percaya pada Bajus. Namun Bajus justru merupakan lelaki yang jahat. Karena itu, Srintil mengalami gangguan jiwa dan menjadi gila. Melihat kondisi Srintil yang memrihartinkan, Rasus merasa iba. Ia akhirnya membawa Srintil ke rumah sakit jiwa.

Sinopsis Novel Siti Nurbaya Karya Marah Rusli


Sinopsis Novel Siti Nurbaya
Karya Marah Rusli

Diceritakan seorang gadis cantik bernama Siti Nurbaya anak Baginda Sulaiman. Suatu hari Baginda Sulaiman meminjam uang kepada Datuk Marnggih, seorang saudagar tua yang kaya. Baginda Sulaiman membangun usaha toko dengan uang hasil pinjamannya itu, namun musibah melanda. Setelah toko Baginda ramai, toko tersebut terbakar habis. Baginda Sulaiman bangkrut. Di tengah-tengah musibah tersebut, Datuk Maringgih menagih hutangnya kepadanya. Tentu saja Baginda Sulaiman tidak mempu membayarnya.
Datuk Maringgih langsung menawarkan bagaimana kalau Siti Nurbaya, Putri Baginda Sulaiman dijadikan istri Datuk Maringgih. Kalau tawaran Datuk Maringgih ini diterima, maka hutangnya lunas. Dengan terpaksa dan berat hati, akhirnya Siti Nurbaya diserahkan untuk menadi istri Datuk Maringgih. Waktu itu Samsulbahri, kekasih Siti Nurbaya sedang bersekolah di Jakarta. Namun begitu, Samsul Bahri tahu bahwa kekasihnya menikah dengan orang lain. Hal tersebut dia ketahui dari surat yang dikirim oleh Siti Nurbaya kepadanya. Dia sangat terpukul oleh kenyataan itu.
Tidak lama kemudian, ayah Siti Nurbaya jatuh sakit karena derita yang menimpanya begitu beruntun. Kebetulan saat itu Samsulbahri sedang berlibur, sehingga dia punya waktu untuk mengunjungi keluarganya di Padang. Di samping kepulangnya kekampung pada waktu liburan karena kangennya pada keluarga, namun sebenarnya dia juga sekaligus hendak mengunjungi Siti Nurbaya yang sangat dia rindukan. Ketika Samsulbahri dan Siti Nurbaya sedang duduk di bawah pohon, tiba-tiba muncul Datuk Maringgih di depan mereka. Datuk Maringgih begitu marah melihat mereka berdua yang sedang duduk bersenda gurau itu, sehingga Datuk maringgih berusaha menganiaya Siti Nurbaya. Samsulbahri tidak mau membiarkan kekasihnya dianiaya, maka Datuk Maringgih dia pukul hingga terjerembab jatuh ketanah. Karena saking kaget dan takut, Siti Nurbaya berteriak-teriak keras hingga terdengar oleh ayahnya di rumah yang sedang sakit keras. Mendengar teriakan anak yang sangat dicinatianya itu, dia berusaha bangun, namun karena dia tidak kuat, ayah Siti Nurbaya kemudian jatuh terjerembab di lantai. Dan rupanya itu juga nyawa Baginda Sulaiman langsung melayang.
Karena kejadian itu, Siti Nurbaya oleh datuk Maringgih diusir, karena dianggap telah mencoreng nama baik keluarganya dan adat istiadat. Siti Nurbaya kembali ke kampunyanya danm tinggal bersama bibinya. Sementara Samsulbahri yang ada di Jakarta hatinya hancur dan penuh dendam kepada Datuk Maringgih yang telah merebut kekasihnya. Siti Nurbaya menyusul kekasihnya ke Jakarta, naumun di tengah perjalanan dia hampir meninggal dunia, ia terjatuh kelaut karena ada seseorang yang mendorongnya. Tetapi Siti Nurbaya diselamatkan oleh seseorang yang telah memegang bajunya hingga dia tidak jadi jatuh ke laut.Rupanya, walaupun dia selamat dari marabahaya tersebut, tetapi marabahaya sberikutnye menunggunya di daratan. Setibanya di Jakarta, Siti Nurbaya ditangkap polisi, karena surat telegram Datuk Maringgih yang memfitnah Siti Nurbaya bahwa dia ke Jakarta telah membawa lari emasnya atau hartanya.
Samsulbahri berusaha keras meolong kekasihnya itu agar pihak pemerintah mengadili Siti Nirbaya di Jakarta saja, bukan di Padang seperti permintaan Datuk Maringgih. Namun usahanya sia-sia, pengadilan tetap akan dilaksanakan di Padang. Namun karena tidak terbukti Siti Nurbaya bersalah akhirnya dia bebas. Beberapa waktu kemudian. Samsulbahri yang sudah naik pangkat menjadi letnan dikirim oleh pemerintah ke Padang untuk membrantas para pengacau yang ada di daerah padang. Para pengacau itu rupanya salah satunya adalah Datuk Maringgih, maka terjadilah pertempuran sengit antara orang-orang Letnan Mas (gelar Samsulbahri) dengan orang-orang Datuk Maringgih.
Letnan Mas berduel dengan Datuk Maringgih. Datuk Maringgih dihujani peluru oleh Lentan Mas, namun sebelum itu datuk Maringgih telah sempat melukai lentan Mas dengan pedangnya. Datuk Maringgih meninggal ditempat itu juga, sedangkan letan mas dirawat di rumah sakit. Sewaktu di rumah sakit, sebelum dia meninggal dunia, dia minta agar dipertemukan dengan ayahnya untuk minta maaf atas segala kesalahannya. Samsulbahripun meninggal dunia. Namun, sebelum meninggal dia minta kepada orangtuanya agar nanti di kuburkan di Gunung Padang dekat kekasihnya Siti Nurbaya. Perminataan itu dikabulkan oleh ayahnya, dia dikuburkan di Gunung Padang dekat dengan kuburan kekasihnya Siti Nurbaya. Permintan itupun dikabulkan.


Sinopsis Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari


Sinopsis Novel Bekisar Merah
Karya Ahmad Tohari

Diceritakan seorang gadis cantik bernama Lasi yang tinggal di Desa Karangsoga. Ia anak keturunan Jepang dan Pribumi. Ayahnya orang Jepang, dan ibunya orang Indonesia. Ibu Lasi adalah seorang janda, ayah Lasi meninggal pada saat Lasi masih dalam kandungan. Sejak kecil Lasi selalu dinakali oleh teman sebayanya. Karena ibu Lasi dulu pernah diperkosa orang Jepang, yaitu Ayah Lasi. Rumor bahwa ibu Lasi diperkosa itu sering dileih-lebihkan oleh warga sekitar, padahal Lasi lahir stelah tiga tahun  pernikahan kedua orang tuanya. Banyak teman Lasi yang selalu mengejeknya, hingga suatu hari Lasi melihat kepiting di sungai. Lasi sangat benci dengan orang karasoga yang selalu mengejeknya. Lasi mempunyai teman yang baik, ia adalah Kanjat anak tengkulak gula. Kanjat tidak banyak omong, kadang ketika ada teman laki-laki mengejek Lasi, Kanjat ingin membela Lasi, tapi Kanjat tidak bisa membantu karena tubuhnya yang kecil. Kanjat sedikit lebih muda dari Lasi, selisih dua tahun.
Ketika janda Ibu Lasi menikah dengan Wiryaji. Suatu ketika Wiryaji sakit dan ia digantikan oleh Darsa untuk mengantarkan pongkor, ia keponakan Wiryaji. Ketika Darsa membawa pongkor untuk diserahkan ke Lasi, ia selalu menyelipkan buah-buahan diantara pongkor tersebut. Ia menaruh hati pada Lasi, Ibu Lasi sebenarnya sudah mengetahui hal tersebut sejak lama. Ada niat ibu Lasi menjodohkan Lasi dengan Darsa. Akhirnya mereka menikah, rumah tangga mereka rukun, sudah 2 tahun usia pernikahan mereka, mereka belum juga dikaruniai seorang anak.
 Hingga suatu ketika , Darsa jatuh dari pohon kelapa, dan mukri yang tak jauh dari tempat Darsa menyadap, segera menolong Darsa dan membawanya pulang. Lasi menangis ketika mengetahui suaminya terkapar, para tetangga mulai berdatangan dan Eyang Mus pun datang. Ia sesepuh desa. Eyang Mus menyarankan agar Darsa di bawa ke rumah sakit. Tetapi pada waktu itu, mereka tidak punya uang, Eyang Mus menyarankan agar meminjam uang kepada Pak Tir. Setelah mendapatkan uang pinjaman, mereka membawa Darsa ke poliklinik. Seminggu Darsa dirawat, tetapi ia masih suka ngompol karena terjatuh dari pohon kelapa. Dokter menyarankan agar Darsa dibawa ke rumah sakit yang lebih besar. Karena tidak memiliki biaya, mereka memutuskan agar Darsa dibawa pulang kerumah. Hingga akhirnya Darsa ditangani oleh seorang tukang urut bernama Bunek. Banyak orang bilang pijatannya terbukti bisa menyembuhkan beberapa penyakit.

Setelah beberapa lama tampaknya Darsa mulai mengalami perubahan, karena terlalu sibuk, Bunek meminta agar Darsa yang pergi kerumah Bunek. Sesekali Lasi mengantar, kadang Darsa pergi sendiri. Hal ini dimanfaatkan oleh Bunek, ia memiliki anak gadis yang bernama Sipah. Sipah belum memiliki suami, mungkin karena kakinya pincang. Sipah didesak oleh Bunek untuk mengobati Darsa yang sedang sakit. Beberapa waktu kemudian Sipah meminta Darsa untuk mengawininya karena Sipah mengandung anak Darsa. Mengetahui hal tersebut Lasi marah. Lalu ia minggat, diperjalanan ia ikut bersama Pardi dan Sapon naik truk yang hendak pergi membawa gula kelapa ke Jakarta.
Diperjalanan mereka berhenti disebuah warung. Lalu mereka melanjutkan perjalanan. Lasi tertidur, mungkin karena ia letih. Sudah pagi hari, matahari mulai tampak, Lasi mulai terbangun. Ia ling-lung, sedang berada dimana saat itu. Tiba-tiba Sapon muncul dari pinggir pintu dan membukakan pintu. Sapon menjelaskan bahwa mereka sudah sampai di Jakarta. Lasi dititipkan kepada Bu Koneng pemilik warung, karena Pardi dan Sapon akan bongkar muat barang digudang. Tidak baik jika perempuan ikut untuk bongkar muat. Lalu Bu Koneng memberikan baju dan handuk, menyuruh Lasi mandi. Suatu ketika datanglah Bu Lanting, ia melihat Lasi dan tertarik menginginkannya. Setelah berunding dengan Bu Koneng, terjadilah kesepakatan. Lasi diangkat sebagai anak oleh Bu Lanting, ia dikenalkan pada orang kaya bernama Handarbeni.
Bu Lanting hendak menjual Lasi ke Pak Han, sebutan dari Handarbeni. Lasi dianggap bekisar yang belum jinak oleh mereka, lasi di suruh memakai kimono berwarna merah. Lalu Lasi difoto, hasilnya sangat menawan. Pak Han pun tertarik, akhirnya mereka menikah dan Lasi diberi hadiah berupa rumah di Slipi. Ia pulang ke Karangsoga. Ia memperbaiki rumahnya. Ia bertemu Kanjat, ia berniat menolong Kanjat yang sedang melakukan penelitian di Karangsoga. Tetapi banyak permasalahan yang akan dihadapi pada penelitiannya. Lasi merasa kecewa ketika mengetahui Pak Han hampir impoten, ia ingin pergi kembali ke Karangsoga, karena disana mungkin bisa menjernihkan pikirannya.

Sinopsis Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis


Sinopsis Novel Salah Asuhan
Karya Abdoel Moeis

Diceritakan salah seorang anak pribumi yang bernama Hanafi. Hanafi tinggal bersama ibunyam ayahnya sudah meninggal semenjak ia masih kecil. Hanafi hidup bahagia bersama Ibunya. Ibu Hanafi sangat ingin Hanafi menjadi seorang sarjana yang pintar. Ibunya menyekolahkan Hanafi ke Jakarta dan bersekolah di HBS. Ketika bersekolah di Jakarta, Hanafi dititipkan kepada keluarga Belanda. Sehingga gaya hidup dan cara bergaul Hanafi terpengaruh dengan kehidupan orang-orang Belanda. Setelah lulus sekolah di HBS, Hanafi kembali bergaul dengan orang-orang Eropa, karena ia bekerja di Kantor BB sebagai asisten residen di Solok. Gaya hidup dan cara bergaul Habafi berubah total, ia semakin hidup layaknya orang barat. Bahkan terkadang tingkah lakunya melebihi orang Belanda asli.
Selama ia bergaul dengan orang-orang Eropa dan setiap hari bersekolah di HBS, selain itu Hanafi juga akra dengan seorang perempuan keturunan Belanda yang bernama Corrie. Pertemananm mereka begitu dekat, sehingga seperti sepasang kekasih.
 Mereka sering jalan-jalan berdua, dan olahraga berdua. Kedekatan mereka semakin akrab saja. Karena hubungan mereka sangat dekat, Hanafi merasa dirinya mencintai Corrie dan menginginkan Corrie menjadi kekasihnya. Hanafi sayang kepada Corrie, rasa sayang sebagai pacar. Setiap hari Hanafi selalu menempatkan diri bertemu dengan Corrie meskipun hanya sebentar saja. Sikap Corrie kepada Hanaffi juga masih nampak seperti biasanya. Suatu hari Hanafi memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Corrie. Namun Corrie merasa terkejut, dan ia tidak bisa langsung menjawabnya, melainkan segera berpamitan pulang dengan alasan yang tidak jelas.
Keesokan harinya, Corrie ingin pidah ke Betawi, sebelumnya Corrie mengirim surat kepada Hanafi yang berisi penolakan cintanya. Corrie merasa tidak mungkin menerima cinta Hanafi, perbedaan budaya mereka yang membatasinya, antara bangsa melayu dengan bangsa eropa. Selain itu Corrie juga ditentang oleh ayahnya jika menikah dengan orang melayu. Hanafi merasa sakit hati atas penolakan Corrie, Hanafi jatuh sakit selama beberapa hari. Selama dia sakit, Hanafi hanya dirawat oleh ibunya, dan selama itu pula Hanafi sering mendapat nasihat dari ibunya. Ibunya menasihati dan membujuk Hanafi agar menikah dengan Rapiah, yaitu anak Pamannya. Sebagai balas budi kepada pamannya. Karena pada saat Hanafi bersekolah di HBS, Pamanyalah yang mencukupi kebutuhan Hanafi. Hanafi menolak permintaan ibunya, karena Hanafi tidak mengenal dekat Rapiah dan Hanafi hanya cinta kepada Corrie.
Ibu Hanafi terus membujuk Hanafi agar menikah dengan Rapiah. Setelah mendapat tekanan dari Ibunya, akhirnya Hanafi menerima perjodohan itu, meskipun dengan hati yag terpaksa. Dua tahun sudah usia pernikahan Hanafi dan Rupiah, dan mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Syafei. Nmaun selama masa pernikahan mereka, kehidupan keluarga Hanafi tidak pernah tentram dan bahagia. Setiap hari Hanafi selalu memaki-maki istrinya karena hal yang sepele. Namun Rapiah hanya diam dan tidak pernah melawan semua perlakuan suaminya. Hal itulah yang membuat Ibu Hanafi kagum kepada Rapiah, hingga suatu hari Hanafi murka kepada Ibunya. Dengan tidak sengaja Ibunya menyumpahi Hanafi. Tiba-tiba anjing gila mengigit pergelangan Hanafi hingga Hanafi harus berobat ke Betawi.
Ketika di Betawi Hanafi berpapasan dan dengan seorang gadis eropa, yang tidak lain adalah Corrie. Dengan amat senang mereka berdua menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan berdua. Sudah satu minggu Hanafi meninggalkan Solok, setelah itu Hanafi mencari kerja di Kantor BB sebagai commies. Meskipun gaji awal cukup kecil, namun hanafi sangat senang. Karena dia dapat bertemu dengan Corrie setiap hari. Hanafi berusaha keras untuk mendapatkan Corrie, hingga hanafi rela berubah kewarganegaraan menjadi Eropa. Setelah itu, Hanafi memohon kepada Corrie untuk menerima ajakan pertunangannya. Karena rasa ibanya kepada Hanafi, Corrie terpaksa menerimanya. Meskipun Corrie harus menerima resiko, yaitu dijauhi oleh teman-teman eropanya, Pesta pertunangan mereka dilakukan dikediaman rumah teman Belandanya, namun tuan rumah nampak tidak begitu suka dengan pertunangan itu. Karena dia tidak suka bergaul dengan orang Belanda berkulit sawo matang.
Meskipun Rapiah dan Ibunya mengetahui jika Hanafi akan menikah Corrie, namun Rapiah tetap menunggu kedatangan Hanafi. Karena Ibu Hanafi sangat sayang kepada Rapiah, bahkan sayangnya melebihi rasa sayangnya kepada Hanafi. Hanafi dan Corrie sudah menjadi suami istri, maka tinggalah mereka dalam satu rumah. Namun seiring berjalannya waktu, rumah tangga Hanafi dan Corrie sudah tidak tentram lagi. Karena sifat Hanafi yang keterlaluan, sampai menuduh Corrie berzina dengan orang lain. Karena kehidupannya yang tidak bahafia Bangsa Eropa dan Bangsa Melayu sudah tidak mau mengakui Hanafi.
Pada akhirnya Corrie pergi ke Semarang untuk menghindari Hanafi. Namun pada suatu hari, Hanafi menerima surat yang memberi tahukan bahwa Corrie berada di Semarang. Setelah beberapa hari, Hanafi nekat pergi ke Semarang untuk mencari Corrie dirumah seorang pengusaha anak-anak yatim.

Ketika sampai di Semarang, Hanafi mendapatkan berita buruk. Bahwa Corrie masuk rumah sakit karena sakit keras, yaitu kolera. Hingga akhirnya nyawa Corrie ridak dapat ditolong lagi. Setelah kepergian Corrie, Hanafi pulang ke Solok untuk menemui Ibunya. Setelah beberapa hari Hanafi sampai di Solok, Hanafi merasa stres dan ia jatuh sakit karena menelan obat terlarang  sublimat, Hanafi terus menerus muntah darah. Akhirnya nyawa Hanafi tidak bisa di tolong lagi.